Jumat, 15 September 2017



Posted by : seni rupa Posted on Friday, 25 January 2013 - 11:05 with 3 comments
Zaman prasejarah adalah zaman ketika manusia belum meninggalkan bukti tertulis. Sedangkan zaman sejarah adalah zaman ketika manusia telah mengenal tulisan. Kedua zaman ini dapat ditemukan dengan cara yang berbeda. Misalnya pada zaman prasejarah tidak meninggalkan benda-benda hasil kebudayaan manusia. Maka untuk mengetahuinya para ahli sejarah melakukan penelitian dengan cara :
1.  Melakukan ekskavasi untuk menemukan peninggalan budaya yang tertanam di tanah
2. Mempelajari kehidupan suku-suku terasing pada waktu sekarang yang masih hidup seperti di zaman nenek moyang manusia

Sejarah Senirupa Indonesia Zaman prasejarah secara garis besar terbagi atas zaman batu dan zaman logam. Karya-karya seni rupa yang diciptakan pada masa itu umumnya sebagai media upacara dan bersifat simbolis. Seni rupa zaman prasejarah dapat dikelompokkan sebagai berikut.
Sejarah Seni rupa Indonesia zaman batu :
Pada zaman batu, peralatan yang digunakan dibuat dari batu.
Urutan Jaman Prasejarah Zaman batu terbagi atas :
  • Zaman Paleolitikum ( Batu Tua ) : Manusia Nomaden
  • Zaman Mesolitikum (Batu Tengah) : Manusia Tinggal di Goa
  • Zaman Neolitikum ( Batu Muda) : Manusia tinggal menetap mendirikan rumah kayu.
  • Zaman Megalitikum (Batu Besar) : Manusia pada saat itu Mengenal Pemujaan.
Sejarah Senirupa Indonesia Zaman Prasejarah pada zaman Batu tersebut bisa dikelompokkan sebagai berikut.
1) Seni bangunan
Pada zaman Megalithikum banyak menghasilkan bangunan dari batu yang berukuran besar, seperti
punden, dolmen, sarkofagus, dan meja batu.
Description: Sejarah Senirupa Indonesia Zaman Prasejarah Kubur Batu, Sarkofagus, Menhir, megalit
Kubur Batu dan Menhir yang terdapat ditanah Toraja Sulawesi Selatang, dan Sarkofagus serta Patung Megalit yang terdapat di Pasemah Pelambang.
Description: dolmen
Dolmen
2) Seni patung 
Seni patung Peninggalan zaman Neolithikum berupa patung - patung penggambaran leluhur yang terbuat dari kayu dan batu. Peninggalan zaman Megalithikum, berupa patung-patung berukuran besar.

Description: Sejarah Senirupa Indonesia Zaman Prasejarah
Gowawambea" merupakan peninggalan budaya megalitikum.
Tempat: Desa Onolimbu, Kecamatan Sirombu, Nias, Sumatera Utara.
Peninggalan zaman Mesolithikum berupa lukisan cap jari dan lukisan yang menggambarkan perburuan binatang yang ditempatkan pada dinding-dinding gua. Pada zaman Neolithikum dan Megalithikum, lukisan diterapkan pada bangunan, benda-benda kerajinan, dan hiasan ornamen.

Description: Sejarah Senirupa Indonesia Zaman Prasejarah
Lukisan Babi Hutan - Lukisan Rusa - dan Lukisan Cap Jari yang terdapat di Gua Leang-leang Maros Sulawesi Selatan

Seni rupa zaman logam (zaman perunggu)
Pada zaman logam, peralatan yang dibuat dan digunakan berasal dari benda logam. Peninggalan zaman logam berupa benda-benda kerajinan dari perunggu, sepertiganderang, kapak, bejana, patung, dan perhiasan. Karya seni tersebut dibuat dengan teknik cor (cetak), yang dikenal dengan teknik bivalve (tuang berulang) dan teknik a cire perdue (tuang sekali pakai).

Description: Sejarah Senirupa Indonesia Zaman Prasejarah Nekara dan Moko
Nekara - Moko
 Kapak coro dan Nekara anda juga bisa lihat pada gambar yang pertama diatas.

Sejarah Senirupa Indonesia Zaman Prasejarah dibagi berdasarkan perkembangan kebudayaan manusia, maka pada Zaman prasejarah meliputi empat masa antara lain :
  1. Masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat sederhana, serta alat yang digunakan dibuat dari batu.
  2. Masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut, serta alat yang digunakan dibuat dari batu yang sudah dibentuk
  3. Masa bercocok tanam, dan alat-alat yang digunakan sudah lebih halus dan bagus.
  4. Masa Perundagian (perindustrian), alat-alat dipergunakan selain dibuat dari batu juga dari logam.

Kelangsungan Keberadaan Senirupa Indonesia Zaman Prasejarah
  • Sejarah senirupa terkait dengan peninggalan saat ini pada masa akhir tarikh masehi terakhir banyak mendapat pengaruh dari kebudayaan hindu yang sudah matang yang berasal dari India.
  • Tetapi budaya asing seperti hindu masuk berpengaruh pada budaya lokal yang tidak mudah hilang, seperti ritual atau semangat ritus terhadap roh nenek moyag sangat kental maka terjadi akulturasi budaya sebagai lokal genius bangsa Indonesia.
  • Punden berundak adalah contoh nilai architektur yang penuh simbol akan makna filosofi banyak terdapat pada peninggalan candi seperti sukuh (abad XV), Borobudur (jaman Samaratungga) dll.
Description: Sejarah Senirupa Indonesia Zaman Prasejarah Punden Berundak
Punden Berundak di Situs Gunung Padang-Jabar
  •  Kesenian Prasejarah masih berlangsung saat ini meskipun terhimpit budaya dari luar. (Nias dan Papua).Manivestasi Tugu adalah menhir pada jaman megalithikum.

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiAFoO5uaj_y5nhVqpIraFhYrlG_7T0uDbYHwVdNPDFyuhA4w_KPK8Gh3SI23F8Msbeh4g0pw6U2aU4pDvRDQj3g2nB626eOFdEFFepg6ztUW4F0AQJ_s9jEBIQNdKrYRC2hvmqsNJb58A/s1600/Gowawambea_01.jpg
Gowawambea

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgwkzius725ACd43eEg4FH-QsRlWuXJ30z_GX4L1fB4XYWmhlRcNZuOcSZ-0O7IP7tX-ANq3aXGgo7JHSTyNCvqIR3v2elrJVXSevKwf0-xb-RPu1DrdPMTiKdgeI9qnKOuULA9Snfg6fU/s1600/Peti+Kubur-Cipari+Kuningan.jpg
Peti Kubur-Cipari Kuningan

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjLn7_xbqnhyphenhyphenhGd-r0N-YtSeq8A4n40gqtjRcXrBrxw9aRWoK7fpmUmGRplFGqeS3nRobjpfUDRO9Z8OqZXFVleDkWKg2-HEmivuHXRY8iCxNLwbc9yj3mXaxf_3gYXCWX2LdNRXmMWfTM/s1600/Candi+sukuh+abad+XV.jpg
Candi sukuh abad XV

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh1nA-LogOiLNt3-3crFd6yRXVhrHtDSmOdL3CKpToPLQk6G-b-c2gTxEwox9dF2NrW5BQjAL5rbH4OsALKSrUFgX9zZ9LrKnMeYbmKSBamG_FHsqnJsobQee6wuKV9bscxO8NKIKprNks/s1600/Sarkofagus+di+Sumba.jpg
Sarkofagus di Sumba

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiNZ3HrD5dXphaQHgqrJKwV7c3P0_5_29UcTHCFFe3aQnH84jWhnuFeKZxD-Tj0HCB-VX4G45hy_20AORLD2i5rAeefdgYPBRffJPPUnucdHEvasQpX79PTh4qFM3_9dCWRsIV3sQlXrxE/s1600/Waruga+di+Minahasa.jpg
Waruga di Minahasa


Kamis, 07 September 2017

Membuat Patung Plastisin

Add caption


                                                   

                                                                                                    
Add caption


Tehnik 1


1.         Siapkan tanah liat atau plastisin.
2.         Siapkan alat bantu butsir dan air.
3.         Siapkan meja putar (kalau ada).
4.         Siapkan gambar rancangan patung.
5.         Tempatkan tanah liat atau plastisin diatas meja putar sedikit demi sedikit.
6.         Pijat-pijat bahan hingga mendekati bentuk yang diinginkan secara global.
7.         Jika bahan kurang  bias ditambah, sebaliknya bila berlebih bias dikurangi.
8.         Sempurnakan bentuk dengan alat bantu.
9.         Berikan sentuhan akhir dengan pembentukan detail patung dan dihaluskan.


Teknik 2

1.         Langkah 1
-            Siapkan balok kayu sesuai dengan ukuran pola yang kita gambar.
-            Pindahkan gambar/pola di atas permukaan kayu. Gambar pola pada kayu kelihatan dari semua sisi (atas, bawah, samping kiri, kanan, depan, belakang).
2.         Langkah 2
-      Berilah selotip melingkar pada balok. Selotip ini berfungsi sebagai pengikat jika dilakukan pemotongan/kayunya sambungan. Tetapi, jika dipahat langsung tidak perlu menggunakan selotip.
3.         Langkah 3
-            Lakukan pemotongan dengan menggunakan gergaji dari empat sisi.
-            Pembentukan sedikit demi sedikit hingga mendekati bentuk global.
4.         Langkah 4
-            Buatlah bentuk global.
-            Bandingkan dengan gambar/pola. Usahakan mendekati bentuknya.
-            Gosoklah dengan menggunakan kertas gosok atau amplas.
-            Penggosokan dilakukan dengan dua tahap:
Menggunakan amplas no. 150.
Menggunakan amplas no. 250 atau 400
5.         Langkah 5
-            Lanjutkan dengan membuat detail bagian bagiannya.
-            Haluskan dengan amplas lagi.
6.         Langkah 6
-            Difinishing dengan menggunakan cat akrilik atau melamin.


Teknik 3

1.         Siapkan semen dan pasir yang sudah disaring.
2.         Siapkan cetakan, ember, sendok adonan, dan tali karet.
3.         Cetakan diikat dengan tali karet.
4.         Siapkan adonan semen, pasir dan air secukupnya.
5.         Tuangkan adonan kedalanm cetakan hingga penuh.
6.         Rendam didalam air selama +- 2 hari.
7.         Buka ikatan tali karet dan cetakan secara perlahan-lahan.
8.         Sentuhan akhir patung dihaluskan.


Teknik 4

1.         Siapkah bahan besi, kawat, semen dan pasir halus.
2.         Siapkan alat gergaji besi, kaka tua, sendok semen dan ember.
3.         Siapkan gambar rancangan patung.
4.         Potonglah besi dengan gergaji besi sesuai dengan gambar rancangan patung. dan diikat dengan kawat diatas papan.
5.         Bentuk besi menjadi kerangka sesuai gambar rancangan patung dan diikat dengan kawat diatas papan.
6.         Siapkan adonan semen, pasir dan air secukupnya.
7.         Lepakan adonan pada bagian p[aling bawah menuju keatas sedikit demi sedikit.
8.         Sempurnakan bentuk patung dengan membuat detailnya.
9.         Untuk sentuhan akhir patung dapat  diwarnai polos atau sesuai rencanamu.


Setelah kalian mencoba berbagai teknik diatas ternyata dapat ditarik kesimpulan, bahwa teknik 1 disebut teknik membutsir yaitu dilakukan dengan cara memijit, menambah dan mengurangi bahan yang dibentuk, dengan dibantu alat butsir. Membuat patung dengan cara membutsir biasanya mempergunakan bahan tanah liat atau plastisin.

Selasa, 15 Agustus 2017

Seni Patung



               Materi Pembelajaran
Jumat, 16 Januari 2015
Materi Seni Budaya : Patung

Pengertian Patung
Patung adalah pemaparan ekspresi, gagasan, dan ide dalam bentuk karya seni rupa tiga dimensional yang merupakan tiruan dari bentuk manusia dan alam dengan menggunakan berbagai teknik khusus (pahat, cetak, membutsir dan kontruksi)

Fungsi patung
Secara umum fungsi seni patung tidak terlepas dari tujuan diciptakannya patung itu sendiri .berdasarkan tujuan pembuatannya, patung ada enam macam, yaitu sebagai berikut :
a.    Patung religi :
-      sebagai sarana untuk beribadah atau bermakna religius
b.    Patung monumen :
-      untuk memperingati jasa seseorang, kelompok, atau peristiwa bersejarah
c.    Patung arsitektur :
-      yaitu patung yang ikut aktif berfungsi dalam konstruksi bangunan
d.    Patung dekorasi :
-      yaitu patung untuk menghias bangunan atau memperindah lingkungan
e.    Patung seni :
-       yaitu patung yang diciptakan untuk dinikmati keindahannya
f.    Patung kerajinan :
-      yaitu patung hasil karya kerajinan.
 

Jenis dan Corak Patung 
Jenis karya patung dapat di bedakan menjadi 3 yaitu :

Ø      Patung dada
Yang dimaksud dengan patung dada adalah penampilan karya seni patung sebatas dada ke atas / bagian kepala saja. Patung ini sering disebut pula patung Baste.

Ø      Patung torso
Istilah torso disebut juga badan. Patung torso adalah karya seni patung yang penampilannya hanya menampilkan bagian badan, dari dada, pinggang, dan panggul atau patung manusia yang tidak mempunyai kepala, tangan dan kaki.

Ø      Patung lengkap
Penampilan karya patung ini lengkap, maksudnya terdiri dari seluruh anggota badan, mulai dari kepala sampai kaki.

Dilihat dari perwujudannya, ragam seni patung moderen dapat di bedakan menjadi 3 corak sebagai berikut :

Ø      Corak Imitatif / Realis
Corak ini merupakan tiruan dari bentuk alam, perwujudan patung ini
berdasarkan fisio plastic (bentuk fisik) baik anatomi, proporsi, maupun ekspresi
Tokoh-tokoh corak Imitatif :
1) Hendra
2) Trubus
3) Saptoto
4) Edy Sunarso

Ø      Corak Dekoratif

Corak ini mempunyai bentuk yang telah banyak mengalami perubahan. Bentuk-bentuk alam diolah menurut gagasan dan imajinasi pematung. Pengubahan dari bentuk alam menjadi bentuk baru ini masih terkait dengan sifat fisiknya.
Tokoh-tokoh corak deformatif :
1) But Muchtar

Ø      Corak Nonfiguratif/Abstrak


Corak ini secara umum sudah banyak meninggalkan bentuk-bentuk alam dalam mewujudkannya (abstrak). Corak abstrak banyak dipengaruhi oleh aliran konstruktifisme. Patung dipandang sebagai rangkaian bentuk konstruksi yaitu susunan material seperti besi, plat, kawat, kayu, plastic, dan sebagainya.

Tokoh-tokoh corak Nonfiguratif :
1) G. Sidharta
2) Rita Widagdo
Media Seni Patung

Media seni patung adalah berupa bahan, alat, dan teknik yang diperlukan dalam seni patung.

Ø      Bahan
Bahan seni patung dapat di bedakan menjadi tiga yaitu :
     1)    Bahan lunak
Yang dimaksud bahan lunak adalah material yang empuk dan mudah di bentuk misalnya : tanah liat, lilin, sabun.
     2)   Bahan sedang
Artinya bahan itu tidak lunak dan tidak keras. Contohnya : kayu waru,kayu sengan, kayu randu,dan kayu mahoni.
     3)   Bahan keras
Bahan keras dapat berupa kayu atau batu-batuan. Contohnya : kayu jati, kayu sonokeling dan kayu ulin. Bahan batu-batuan antara lain batu padas, batu granit, batu andesit, dan batu pualam (manmer).
Selain bahan-bahan tersebut masih ada bahan yang dapat dipergunakan untuk membuat patung yaitu semen-pasir, gips, kuningan, perunggu, emas dan sebagainya.

Ø      ALAT
Peralatan yang digunakan untuk membuat patung tergantung kepada bahan dan tekniknya alat-alat yang digunakan :
     1)    Butsir adalah alat Bantu untuk membuat patung terbuat dari kayu dan kawat.
     2)   Meja putar adalah meja untuk membuat patung dan dapat di gerakan denagan cara  diputar,fungsinya untuk memudahkan dalam mengontrol bentuk dari berbagai arah.
     3)   Pahat
     4)   Palu
     5)   Cetakan berfungsi untuk mengencangkan ikatan kawat dan memotong ikatan kawat.
     6)   Sendok adokan berfungsi untuk mengambil adonan dan menempelkanya pada kerangka patung.

  
Teknik Pembuatan Patung

Teknik adalah cara untuk melakukan sesuatu. Teknik pembuatan patung ada 4 yaitu :


Ø      Teknik Membentuk :
Membuat patung dengan menyusun atau menempel  sedikit demi sedikit bahan yang digunakan. Bahan yang cocok dengan teknik ini adalah tanah liat, semen, dan gips.
Ø      Teknik Merakit :
Merakit hamper sama dengan membentuk , namun biasanya terdiri atas bagian – bagian yang merupakan beberapa potongan atau barang lepasan. Patung disusun atau dibentuk dengan cara mengelem atau mengelas sesuai dengan bahannya. Bahan yang digunakan antara lain potongan karton, kayu dan komponen besi.
Ø      Teknik Memahat :
Mengurangi  bagian bahan yang tidak dipakai dengan caramenoreh, melubangi, menggores, mencungkil, dan sebagainya. Bahan yang cocok dengan teknik ini adalah bahan keras, seperti kayu, batu, dan gips yang telah mengeras.
Ø      Teknik Membutsir :
Mengurangi bagian bahan yang tidak dipakai sedikit demi sedikit menggunakan alat sejenis pisau berukuran kecil. Bahan yang cocock dengan teknik ini adalah bahan lunak seperti lilin, sabun, dan gips.
Ø      Teknik Mencetak :
Teknik ini diawali dengan membuat model. Model dijadikan alat pembentuk cetakan, kemudian barulah cetakan diisi dengan bahan pembuat patung. Bahan yang cocock dengan teknik ini adalah  logam, fiberglass, karet, kaca, dan bahan – bahan lain yang dapat dicairkan dan mengeras  kembali.
Ø      Teknik Menempa :
Membentuk lembaran atau batangan logam dengan cara memukul – mukul bahan tersebut hingga membentuk objek yang diinginkan. Agar lebih mudah dibentuk, logam dapat dipanaskan terlebih dahulu.

Diposting oleh Melati Savana di 01.44


                                                                                                   Diunduh  tgl, 16 Agustus 2017
                                                                                                         Pk. 06.55 WIB

Seni Grafis SMT 2

Pengertian Seni Grafis, Sejarah, Ragam Jenis Dan Contoh Seni Grafis Terlengkap By Si Manis Posted on April 2, 2017 Pengertian Seni G...